Sumber (Kemenag) — Untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter pada peserta didik, MTs N 4 Rembang rutin melaksanakan beberapa kegiatan membaca shalawat dan doa.
Shalawat dan doa tersebut antara lain membaca Mahalul Qiyam dan asmaul husna yang dibaca sebelum dimulai pembelajaran di kelas.
Pembiasaan kegiatan keagamaan atau culture religius tak hanya diikuti oleh siswa, namun juga seluruh civitas madrasah (Tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik).
Pembacaan mahalul qiyam dan asmaul husna dilakukan di halaman MTs N 4 Rembang dengan dipandu oleh Guru Mata pelajaran Akidah Akhlak Surawi.
Untuk diketahui, mahalul qiyam adalah tradisi berdiri saat pembacaan shalawat. Dalam konteks pembacaan Maulid Nabi, khususnya dalam kitab Maulid Al-Barzanji atau Maulid Ad-Diba’i, Mahalul Qiyam adalah bagian dalam pembacaan maulid di mana para hadirin berdiri sebagai bentuk penghormatan dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad.
Kepala MTs N 4 Rembang Mukhoyaroh menjelaskan, pembiasan kegiatan setiap hari bertujuan untuk penguatan karakter peserta didik dan meningkatkan disiplin peserta didik. “Manfaat pembiasan mahalul qiyam ini adalah peserta didik menjadi disiplin, tidak datang terlambat,” kata Mukhoyaroh.
Mukhoyaroh mengatakan, mahalul qiyam adalah penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. “Manfaatnya dalah untuk menumbuhkan semangat spiritual, menguatkan ukhuwah islamiyah, sarana edukasi, dan mensyiarkan Islam,” katanya.
Mukhoyaroh menambahkan, penguatan karakter siswa ditambah dengan pembiasan 5 S (Senyum, salam, sapa, sopan dan santun), sholat berjamaah (dhuha dan dhuhur) dan lainnya.
Kontributor : Dwi Hindarto
Editor : Iqoh










